Tanda baca adalah tanda yang dipakai dalam sistem ejaan. Penggunaan tanda baca adalah untuk menunujukan struktur sebuah tulisan, menentukan intonasi, serta jeda pada saat membaca.
Umumnya, tanda baca yang digunakan dalam penulisan adalah titk (.), koma (,), titik dua (:), titik koma(;), tanda tanya (?), dan tanda petik (").
Jadi, tanda baca merupakan tanda yang dipakai dalam sistem ejaan, contohnya seperti titik, koma, titik dua, tandatanya, tanda seru, tanda petik. Tanda baca ini berperan untuk menunjukan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat dilakukan saat membaca.
Tanda Baca Titik
Cara penggunaan tanda baca titik yang benasr sebagai berikut
- Digunakan pada akhir kalimat pernyataan
- Dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar
- Tanda titik tidak dipakai pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung dalam suatu perincian
- Tanda baca titik tidak digunakan di belakang angka atau angka terakhir dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka dalam judul tabel, bagan, grafik, atau gambar
- Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, detik yang menunjukkan waktu.
- Dipakai dalam daftar pustaka, diletakkan di antara nama penulis, tahun, judul tulisan (yang tidak berakhir dengan tanda baca tanya atau seru), dan tempat penerbit.
- Dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.
- Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkanc jumlah.
- Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat penerima dan pengirim surat, serta tanggal surat.
Tanda Baca Koma
Cara penggunaan tanda baca koma yang benar sebagai berikut
- Dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
- Dipakai sebelum kata penghubung tetapi, melainkan, dan sedangkan dalam kalimat majemuk setara.
- Dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya. Namun, tanda koma tidak dipakai jika induk kalimat mendahului anak kalimat.
- Dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.
- Dipakai sebelum dan atau sesudah kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, atau hai, serta kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, Pak, atau Nak.
- Dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
- Dipakai di antara nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat dan tanggal, serta nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
- Dalam daftar pustaka, tanda titik dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya.
- Digunakan di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya.
- Tanda baca titik dapat digunakan di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat untuk menghindari salah baca atau salah pengertian.
- Digunakan sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
- Dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian atau penjelasan.
- Tanda baca titik dua tidak digunakan apabila perincian atau penjelasan itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
- Digunakan sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
- Dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan atau nama tokoh.
- Dalam daftar pustaka, tanda titik dipakai di antara jilid atau nomor dan halaman, surah dan ayat dalam kitab suci, judul dan anak judul suatu karangan.
- Dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara satu dengan lainnya dalam kalimat majemuk.
- Dipakai pada akhir perincian yang berupa klausa.
- Dipakai untuk memisahkan bagian-bagian pemerincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.
- Dipakai pada akhir kalimat tanya.
- Dipakai untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Penulisan tanda tanya dipakai dalam tanda kurung.
- Dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari naskah, pembicaraan, atau bahan tertulis lain.
- Digunakan untuk mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
- Digunakan untuk mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat
- Digunakan untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kurang umum, maupun yang memiliki arti khusus.







Baguss, sangat mudah di pahami , terutama dalam penggunaan tanda baca lengkap sekali, peket komplit nih mah
BalasHapusPenggunaan huruf lebih di perhatikan lagi, semisalnya kata kata yang tidak baku dan tidak mudah di pahami, pakailah kata baku agar mudah di pahami, terimakasih🙏🙏
BalasHapusWahh keren banget, menarik sekali blog nya, semoga kedepannya semakin kreatif yaa hehehe👍😀😀😀
BalasHapus👍👍👍👍👍😀😀
BalasHapusKereeennnn😀😀😀😀😀😀
BalasHapusGood job wahhh muantepp❤️❤️♥️♥️🔥🔥
BalasHapusWahhh sangat mudah di pahami, menarik sekali blog nya, kretaif banget nih, mantullllll😀👍👍👍😀😀😀👍👍😀😀👍👍😀😀
BalasHapusDi tunggu blog selanjutnya wahh manteppppp kerennnn🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
BalasHapusKalimat yng di gunakan sangat mudah di pahami, jadi tau deh penggunaan tanda baca saat membaca maupun menulis , sangat beanfaat nih, sukses selalu 🙏🙏
BalasHapusWahh keren
BalasHapusSemangat terus membuat blognya
BalasHapus