Kamis, 30 Mei 2024

KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA Di TEMPAT UMUM


Artikel ini membahas banyak kesalahan penggunaan bahasa Indonesia di depan umum yang tidak sesuai dengan bahasa baku. Dalam hal ini, penulis mencoba menerapkan beberapa analisis penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang tidak sesuai dengan bahasa baku untuk penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut ortografi bahasa Indonesia.

Pemakaian bahasa dan fungsi bahasa tercermin dalam berbagai kegiatan salah satunya menginformasikan tentang pelayanan publik dan pelayanan komersial, selain itu penggunaan bahasa baku di masyarakat kurang menonjol di ruang publik, masyarakat lebih pasif. Sumber data penelitian ini adalah penggunaan bahasa Indonesia dalam informasi tentang pelayanan publik dan pelayanan komersial pada spanduk, baliho dan baliho.

Berikut gambar-gambar kesalahan penggunaan bahasa indonesia di tempat umum




Bakso dengan Baso itu sama saja sebenarnya, tapi menurut ejaan KBBI adalah “ BAKSO” 




APOTIK atau APOTEK? 

Menurut KBBI kata “APOTEK” merupakan bentuk baku dari kata “APOTIK”, jadi penulis ejaan yang benar adalah 
“APOTEK”







Menurut PEUBI kata tersebut termasuk kata imbuhan. Maka Penulisan yang benar adalah “DIJUAL” karena kata jual merupakan kata kerja. Namun apabila kata setelah kata “di”menunjukkan arah tempat, kondisi, dan waktu maka, penulisannya di pisah 



Menunjukkan kalimat yang tidak efektif karena kurang dilengkapi dengan “memakai” yang berkedudukan sebagai predikat. Tidak terdapatnya predikat menyebabkan makna kalimat atas menjadi tidak jelas (ambigu). Perbaikannya yaitu “ KAWASAN WAJIB MEMAKAI MASKER”






Kata Photocopy merupakan kata dalam bahasa Inggris. Untuk pembetulannya adalah “FOTOKOPI






Kesalahan tersebut terdapat pada kata “wudhu” seharusnya kata tersebut harus sesuai dengan PUEBI. Pembetulan kata tersebut yaitu “WUDU”





Kata “Mushola” sering digunakan banyak orang pada saat kesempatan menymbut tempat ibadah, mulai bentuk tulisan hingga ucapan, penulisan kata yang benar pada KBBI adalah “MUSALA” 

















Sabtu, 24 Desember 2022

"TANDA BACA DAN PENGGUNAAN TANDA BACA"

     


      Tanda baca adalah tanda yang dipakai dalam sistem ejaan. Penggunaan tanda baca adalah untuk menunujukan struktur sebuah tulisan, menentukan intonasi, serta jeda pada saat membaca.

      Umumnya, tanda baca yang digunakan dalam penulisan adalah titk (.), koma (,), titik dua (:), titik koma(;), tanda tanya (?), dan tanda petik (").

     Jadi, tanda baca merupakan tanda yang dipakai dalam sistem ejaan, contohnya seperti titik, koma, titik dua, tandatanya, tanda seru, tanda petik. Tanda baca ini berperan untuk menunjukan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat dilakukan saat membaca.



Tanda Baca Titik

Cara penggunaan tanda baca titik yang benasr sebagai berikut 

  • Digunakan pada akhir kalimat pernyataan
  • Dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar
  • Tanda titik tidak dipakai pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung dalam suatu perincian
  • Tanda baca titik tidak digunakan di belakang angka atau angka terakhir dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka dalam judul tabel, bagan, grafik, atau gambar
  • Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, detik yang menunjukkan waktu.
  • Dipakai dalam daftar pustaka, diletakkan di antara nama penulis, tahun, judul tulisan (yang tidak berakhir dengan tanda baca tanya atau seru), dan tempat penerbit.
  • Dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.
  • Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkanc jumlah.
  • Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat penerima dan pengirim surat, serta tanggal surat.


Tanda Baca Koma

Cara penggunaan tanda baca koma yang benar sebagai berikut 

  • Dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
  • Dipakai sebelum kata penghubung tetapi, melainkan, dan sedangkan dalam kalimat majemuk setara.
  • Dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya. Namun, tanda koma tidak dipakai jika induk kalimat mendahului anak kalimat.
  • Dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.
  • Dipakai sebelum dan atau sesudah kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, atau hai, serta kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, Pak, atau Nak.
  • Dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
  • Dipakai di antara nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat dan tanggal, serta nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
  • Dalam daftar pustaka, tanda titik dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya.
  • Digunakan di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya.
  • Tanda baca titik dapat digunakan di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat untuk menghindari salah baca atau salah pengertian.
  • Digunakan sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.





Tanda Baca Titik Dua  

Cara penggunaan tanda baca titik dua yang benar sebagai berikut 
  • Dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian atau penjelasan.
  • Tanda baca titik dua tidak digunakan apabila perincian atau penjelasan itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
  • Digunakan sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
  • Dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan atau nama tokoh.
  • Dalam daftar pustaka, tanda titik dipakai di antara jilid atau nomor dan halaman, surah dan ayat dalam kitab suci, judul dan anak judul suatu karangan.
Tanda Baca Titik Koma 

Cara penggunaan tanda baca koma yang benar sebagai berikut
  • Dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara satu dengan lainnya dalam kalimat majemuk.
  • Dipakai pada akhir perincian yang berupa klausa.
  • Dipakai untuk memisahkan bagian-bagian pemerincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.




 Tanda Baca Tanya 

Cara penggunaan tanda baca tanya yang benar sebagai sebagai berikut 

  • Dipakai pada akhir kalimat tanya.
  • Dipakai untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Penulisan tanda tanya dipakai dalam tanda kurung.


Tanda Baca Seru

Cara penggunaan tanda baca seru yang benar sebagai berikut 

Tanda baca seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah. Seruan perintah dapat menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat.





Tanda Baca Petik

Cara penggunaan tanda baca petik yang benar sebagai berikut.

  • Dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari naskah, pembicaraan, atau bahan tertulis lain.
  • Digunakan untuk mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
  • Digunakan untuk mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat
  • Digunakan untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kurang umum, maupun yang memiliki arti khusus.




DAFTAR PUSTAKA

https://www.zenius.net/blog/penggunaan-tanda-baca





Selasa, 01 November 2022

KODE ETIK JURNALISTIK

kode etik jurnalistik mempunyai tempat yang sangat istimewa,wartawan yang tidak paham mengenai apa itu kode etik jurnalistik ia akan kehilangan harkat dan martabatnya sebagai seorang wartawan,seorang wartawan yang tidak memahami kode etik jurnalistik secara benar wartawan tersebut telah menghianati kepercayaan yang dipegangnya dan tanpa memahami apa itu kode etik jurnalistik wartawan telah korupsi kedaulatan rakyat yang dipercayakan oleh mereka.

Jadi,seorang wartawan harus memahami kode etik jurnalistik untuk menghindari adanya pembuatan berita-berita yang tidak sesuai dengan fakta,karena kode etik itu sangat penting bagi wartawan.kode etik jurnalistik adalah mahkota dalam hati nurani setiap wartawan.

Kode etik jurnalistik sendiri harus dipatuhi oleh wartawan yang ada di Indonesia tujuannya adalah untuk melindungi hak masyarakat dalam memperoleh informasi dari media massa dan dapat menjaga kinerja wartawan kekerasan.

Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik:

1. Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

2. Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

3. Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

4. Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

5. Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

6. Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.

7. Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan “off the record” sesuai dengan kesepakatan.

8. Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

9. Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.

10. Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.

11. Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional

Kode Etik Jurnalistik yang lahir pada 14 Maret 2006, oleh gabungan organisasi pers dan ditetapkan sebagai Kode Etik Jurnalistik baru yang berlaku secara nasional melalui keputusan Dewan Pers No 03/ SK-DP/ III/2006 tanggal 24 Maret 2006, misalnya, sedikitnya mengandung empat asas, yaitu:[4]

1. Asas Demokratis

Demokratis berarti berita harus disiarkan secara berimbang dan independen, selain itu, Pers wajib melayani hak jawab dan hak koreksi, dan pers harus mengutamakan kepentingan publik[4]

Asas demokratis ini juga tercermin dari pasal 11 yang mengharuskan, Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proposional.[4] Sebab, dengan adanya hak jawab dan hak koreksi ini, pers tidak boleh menzalimi pihak manapun.[4] Semua pihak yang terlibat harus diberikan kesempatan untuk menyatakan pandangan dan pendapatnya, tentu secara proposional.[4]

2. Asas Profesionalitas

Secara sederhana, pengertian asas ini adalah wartawan Indonesia harus menguasai profesinya, baik dari segi teknis maupun filosofinya. Misalnya Pers harus membuat, menyiarkan, dan menghasilkan berita yang akurat dan faktual. Dengan demikian, wartawan indonesia terampil secara teknis, bersikap sesuai norma yang berlaku, dan paham terhadap nilai-nilai filosofi profesinya.

Hal lain yang ditekankan kepada wartawan dan pers dalam asas ini adalah harus menunjukkan identitas kepada narasumber, dilarang melakukan plagiat, tidak mencampurkan fakta dan opini, menguji informasi yang didapat, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record, serta pers harus segera mencabut, meralat dan memperbaiki berita yang tidak akurat dengan permohonan maaf.

3. Asas Moralitas

Sebagai sebuah lembaga, media massa atau pers dapat memberikan dampak sosial yang sangat luas terhadap tata nilai, kehidupan, dan penghidupan masyarakat luas yang mengandalkan kepercayaan. Kode Etik Jurnalistik menyadari pentingnya sebuah moral dalam menjalankan kegiatan profesi wartawan. Untuk itu, wartawan yang tidak dilandasi oleh moralitas tinggi, secara langsung sudah melanggar asas Kode Etik Jurnalistik.
Hal-hal yang berkaitan dengan asas moralitas antara lain Wartawan tidak menerima suap, Wartawan tidak menyalahgunakan profesi, tidak merendahkan orang miskin dan orang cacat (Jiwa maupun fisik), tidak menulis dan menyiarkan berita berdasarkan diskriminasi SARA dan gender, tidak menyebut identitas korban kesusilaan, tidak menyebut identitas korban dan pelaku kejahatan anak-anak, dan segera meminta maaf terhadap pembuatan dan penyiaran berita yang tidak akurat atau keliru.

4. Asas Supremasi Hukum

Dalam hal ini, wartawan bukanlah profesi yang kebal dari hukum yang berlaku.[4] Untuk itu, wartawan dituntut untuk patuh dan tunduk kepada hukum yang berlaku.[4] Dalam memberitakan sesuatu wartawan juga diwajibkan menghormati asas praduga tak bersalah.

1. Manfaat dari mempelajari materi ini adalah untuk mengetahui tanggung jawab dan sanksi yang diberikan kepada wartawan yang tidak memahami kode etik, sehingga membuat kita mengetahui bagaimana membuat sebuah berita sesuai dengan kode etik jurnalistik yang ada. Kode etik jurnalis menjadi sangat penting untuk dipahami karena sebagai salah satu bentuk perlindungan agar tidak menimbulkan masalah kemudian hari.

2. Motivasi saya mempelajari ini adalah untuk menjadi seorang wartawan (jurnalis) yang bertanggung jawab dan amanah dalam membuat berita sesuai dengan kode etik jurnalistik, agar wartawan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya, yaitu mencari dan menyajikan informasi.

3. Kegunaan mempelajari kode etik jurnalistik adalah untuk memahami kode ketik jurnalistik secara benar, untuk melindungi hak masyarakat dalam memperoleh informasi dari media massa dan dapat menjaga kinerja wartawan kekerasan.

4.kerugian jika tidak mempelajari kode etik jurnalistik adalah kita tidak dapat memahami bagaimana cara membuat berita yang sesuai dengan kode etik jurnalistik

Daftar Pustaka 

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kode_etik_jurnalistik

TUGAS WARTAWAN DAN STANDAR WARTAWAN

Tugas utama seorang wartawan adalah reporting yang telah ditulis melalui outlet berita seperti surat kabar, televisi, radio. Selain itu, tugas dan tanggung jawab  seorang wartawan
Wartawan juga harus mengikuti aturan yang ada di dalam kode etik yang sudah diberlakukan untuk wartawan misalnya, seorang wartawan dalam melakukan pekerjaan tidak. Boleh menerima suap dalam jenis apapun, wartawan juga harus menyembunyikan identitas dari pihak pelaku maupun korban dan wartawan harus mengecek terlebih dahulu berita yang akan disebar luaskan sudah akurat atau belum.

Biasanya juga seorang wartawan akan menggali informasi kepada pihak yang terkait agar bisa menunjukkan bukti-bukti yang nyata untuk sebuah informasi yang akan dibuat.

Menjadi seorang wartawan tidaklah mudah karena seorang wartawan akan diberikan tanggung jawab yang begitu berat karena dengan adanya seorang wartawan akan sangat mempengaruhi pola pikir manusia di dalam kehidupan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Wartawan adalah orang yang bertugas untuk mencari, mengumpulkan dan menyajikan suatu berita kepada masyarakat yang akan di sebar luaskan melalui media cetak ataupun media elektronik.
ruang lingkup kompetensi wartawan meliputi :

1.kemampuan memahami etika dan hukum pers

2.konsepsi berita

3.penyusunan dan penyuntingan berita

4.bahasa dalam hal ini adalah bahasa jurnalistik.

Tugas utama seorang wartawan adalah reporting yang telah ditulis melalui outlet berita seperti surat kabar, televisi, radio. Selain itu, tugas dan tanggung jawab seorang wartawan yaitu:

1. Authenticator adalah memeriksa atau memastikan kebenaran dari informasi berita tersebut.

2. Sense Maker adalah yang akan menjelaskan bahwa informasi tersebut benar. 

3.investigator adalah yang menjadi pengawas atau pembongkar kejahatan dan wartawan dituntut untuk siap apabila mengalami hal tersebut. 

4.withness Bearer adalah yang memantau atau yang meneliti setiap kejadian dan bekerja sama dengan reporter

5. Empowerer yang mampu bekerja dan melakukan pemberdayaan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lengkap. 

6.smart Aggregator yang dapat melaporkan dan menyajikan berita yang kebenarannya dapat di percaya oleh masyarakat

7. Organizer bertugas untuk mengelola berita lama maupun berita baru dengan baik

8. Role Model adalah wartawan sebagai contoh masyarakat melalui sikap dan tingkah laku yang baik tanpa melibatkan kualitas karya yang dibuat. 

1.Apa manfaat mempelajari tugas wartawan dan Standar Wartawan
Sangat bermanfaat bagi saya, karena dengan saya mempelajari tugas wartawan dan standar wartawan bisa menambah wawasan dan pengetahuan saya tentang apa-apa saja yang mencakup tugas wartawan.

2.Apa motivasi anda mempelajari materi tugas wartawan dan Standar Wartawan
Motivasi saya yaitu semangat untuk mengumpulkan berita dan ingin mengetahui bagaimana menjadi wartawan.

3.Kegunaan mempelajari materi tugas wartawan dan Standar Wartawan
Bisa lebih berhati-hati dalam menerima berita terkadang ada berita yang opini ataupin fakta  atau membaca berita baik di media cetak, media massa, maupun media elektronik

4.Kerugian jika tidak mempelajari tugas wartawan dan Standar Wartawan
Sangat rugi tidak mempelajari materi ini, kalo kita tidak tahu bagaimana tugas wartwan, maka kita tidak tau dari mana berita yang kita lihat opini atau fakta.

Daftar pustaka 

https://www.google.com/search?q=tugas+wartawan+adalah&oq=tigas+wartawan+&aqs=chrome.1.69i57j0i13i512l8.9629j0j9&client=ms-android-oppo&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8

DUNIA WARTAWAN

 


DUNIA WARTAWAN

BY : IKKA PRADAWATI

Seorang kewartawaan dan wartawan bukanlah mata-mata atau “kuping-kuping” yang mencuri informasi dari jauh. Ia harus mendekat kepada sumber berita, mengamati dan bertanya. Untuk itu akan terasah kepercayaan diri dalam relasi sosialnya, membentuk hubungan baik. Tidak mungkin seorang kewartawanan dan wartawan  bisa memberitakan banyak peristiwa jika ia tidak punya banyak relasi. Ia bertemu dengan orang-orang baru, punya kenalan baru sebagai sumber berita sekaligus menjaga hubungan baik dengan sumber berita lain yang sudah ia kenal sebelumnya.

wartawan adalah seseorang yang bertugas mencari informasi, mengumpulkan, memilih, mengolah dan menyajikan sebuah berita dalam bentuk naskah dan di sebarkan ke masyarakat luas baik melalui media cetak, media massa, ataupun elektronik. Wartawan bisa disebut orang yang bekerja di sebuah media massa dengan melakukan aktivitas jurnalistik (peliputan dan penulisan berita) secara rutin, menaati kode etik, menguasai tema liputannya, dan menguasai teknik jurnalistik terutama menulis berita dan wawancara. menyusun berita, menyampaikan berita, dan mereport secara langsung/tidak langsung tentang suatu peristiwa yang baru/ update.


 wartawan adalah profesi penting di masyarakat. Berita atau informasi yang kita baca, dengar, atau tonton di surat kabar, media massa,maupun media cetak dan televisi adalah hasil kerja wartawan.

1. Manfaat mempelajari materi dunia wartawan

Sangat bermanfaat menurut saya karena dengan mempelajaro materi ini saya dapat memahami dunia kewartawanan dan wartawan dan mengetahui tugas tugas kewartawanan dan wartawan,

2. motivasi kamu mempelajari materi dunia wartawan

Motivasi saya mempelajari materi dunia wartawan ialahhsaya dapat mengetahui dunia kerja wartawan dalam mencari, mengumpulkan suatu berita hingga mempubliskannya 


3. seberapa penting materi dunia wartawan 

Sangat lah penting, dengan saya mempelajari materi ini saya dapat mengetahui bagaimana tugas wartawan.


4. Yang membuat kamu penasaran dengan materi ini

Saya penasaran dengan dunia kerja wartawan apa saya yg mereka kerjakan dan tugas wartawan saat di lapangan, dan bagaimna cara mereka mencari berita, mengumpulkan berita.


5. manfaat materi ini  bagi profesi anda (guru)

Sangat penting menurut saya Tak hanya guru bahasa Indonesia di berbagai lembaga pendidikan formal, materi ini  juga memiliki peran penting dalam pengembangan bahasa Indonesia. Caranya, melalui mencari informasi berita, yang nantinya guru tidak akan ketinggalan zaman, semakin maju perkembangan zaman maka akan semakin maju dan berkembang bahasa, nah untuk itu menjadi guru bahasa indonesia, ialah terkutuk untuk menjadi guru yang menyenangkan, dengan mempelajari materi ini.
Bagaimana seseorang dapat mencari berita dengan baik, meliput berita yang didapat, dan menyampaikan kepada khalayak dengan baik dan benar. Ilmu jurnalistik tidah hanya harus dimiliki oleh seorang wartawan. Namun lebih dari itu, seorang guru dan pelajar pun membutuhkan ilmu tersebut. Bagi guru, ilmu jurnalistik dapat menjadikan guru lebih cerdas, baik dalam menyampaikan informasi kepada siswa. 

Dia dapat mengolah kata-kata yang baik dalam menyampaikan nasihat-nasihat kepada siswa. Dapat berkomunikasi dengan baik dengan siswa, serta menjadikan siswa lebih cepat memahami materi pelajaran karena cara penyampaiannya yang baik.

Sedangkan bagi siwa, mereka juga harus bisa menyampaikan kembali apa yang telah disampaikan guru dengan bahasa mereka sendiri, tentunya dengan baik dan benar. Mereka harus bisa berbicara di depan khalayak ramai dengan baik. Semua itu, pasti membutuhkan materi ini sebagai pengantar dalam keberhasilan penyampaian ide-ide tersebut.






KEWARTAWANAN DAN WARTAWAN

 




KEWARTAWANAN DAN WARTAWAN

BY : IKKA PRADAWATI


Kewartawanan

Seringkali dalam satu peristiwa ada banyak media atau wartawan yang meliput. Agar berita yang diterbitkan tidak terkesan sama dengan media lain, seorang jurnalis perlu berpikir kreatif. Mencari sudut pandang (angle) tertentu yang unik. Berpikir kritis-sintetis. Seorang jurnalis yang baik tidak mudah percaya begitu saja ucapan narasumber. Ia perlu melakukan validasi informasi, baik dengan melakukan cross-check pada narasumber lain, observasi, maupun dengan melakukan studi literatur, melatih keingintahuan dan empati. Tanpa keingintahuan, seseorang akan sulit menemukan potensi-potensi berita. Dan tanpa empati, berita yang ia tulis akan cenderung kurang “hidup”. Jurnalis yang baik memiliki keingintahuan tinggi pada setiap hal, dengan mencari tahu maka ia menemukan informasi-informasi baru yang bagus untuk diberitakan. Jurnalis yang empati, akan menemukan aspek-aspek kemanusiaan yang juga kuat untuk menciptakan berita yang menggugah.

 melatih kepercayaan diri. Seorang kewartawaan dan wartawan bukanlah mata-mata atau “kuping-kuping” yang mencuri informasi dari jauh. Ia harus mendekat kepada sumber berita, mengamati dan bertanya. Untuk itu akan terasah kepercayaan diri dalam relasi sosialnya, membentuk hubungan baik. Tidak mungkin seorang kewartawanan dan wartawan  bisa memberitakan banyak peristiwa jika ia tidak punya banyak relasi. Ia bertemu dengan orang-orang baru, punya kenalan baru sebagai sumber berita sekaligus menjaga hubungan baik dengan sumber berita lain yang sudah ia kenal sebelumnya.


Kewartawanan atau jurnalisme adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa. Pengertian jurnalisme dalam konsep media, berasal dari perkataan journal, artinya catatan harian mengenai kejadian sehari-hari, atau bisa juga berarti surat kabar.

Profesi wartawan adalah seseorang yang bertugas mencari informasi, mengumpulkan, memilih, mengolah dan menyajikan sebuah berita dalam bentuk naskah dan di sebarkan ke masyarakat luas baik melalui media cetak ataupun elektronik.



Wartawan

Profesi yang termasuk kedalam kewartawanan ada reporter, editor, juru kamera, juru foto berita, redaktur, editor audio visual. Ada dua macam jenis wartawan yaitu

  • Wartawan freelance: adalah orang yang terikat oleh lembaga media massa, akan tetapi karyanya dimuat di media massa wartawan ini bersifat independen.
  • Wartawan Newsgetter: adalah orang yang bekerja atau terikat pada salah satu media massa dan terikat pada aturan main media tempat ia bekerja.

Karakteristik wartawan harus memahami tugasnya dengan baik untuk memaksimalkan isi berita sesuai fakta yang ada. Bertanggung jawab penuh dengan berita yang di sampaikan, taat pada etika hukum kepekaan jurnalistik, kode etik jurnalistik, menguasai ilmu dan teknik jurnalistik , menguasai bidang liputan.

Wartawan dalam mencari berita memiliki 4 tahap dalam pencariannya :

  • Mengumpulkan fakta dan data baik yang dilihat maupun yang di dengar.
  • Menganalisis pada fakta dan data melakukan check and recek agar berita itu akurat
  • Konfirmasi pada pihak competen terhadap fakta baik saksi mata, apparat, pemerintahan dll agar beerita atau informasi yang di sampaikan dapat di pertanggung jawabkan.
  • Berita yang telah didapat dan di tulis dalam bentuk naskah sebagai laporan untuk di sebarluaskan ke masyarakat luas.
  • Standar kompetensi seorang wartawan :
  • Memiliki kesadaran tentang etika , hukum kepekaan jurnalistik
  • Pengetahuan mencangkup teori dan prinsip jurnalistik, pengetahuan khusus atau umum
  • Keterampilan mencangkup dalam mencari, mengolah dan menyampaikan informasi melakukan investigasi, serta menggunakan alat dan teknologi informasi.
Nah, jadi dapat kita bahwa simpulkan kewartawanan dan wartawan adalah orang yang melakukan pekerjaan kewartawanan dan atau tugas-tugas jurnalistik secara rutin, atau dalam definisi lain, wartawan dapat dikatakan sebagai orang yang pekerjaannya mencari dan menyusun berita untuk di , baik media cetak, media elektronik.

1. Apa manfaat mempelajari materi kewartawanan dan wartawan
 
Sangat bermanfaat menurut saya karena dengan mempelajaro materi ini saya dapat memahami dunia kewartawanan dan wartawan dan mengetahui tugas tugas kewartawanan dan wartawan, yang di mana ada perbedaan dari kewartawanan dan wartawan 

2. Apa motivasi kamu mempelajari materi kewartawanan dan wartawan 

Sangat bermotivasi, karena bisa menambah pengetahuan dan wawasan, membekali saya untuk mengenal karakteristik dari kewartawanan dan wartawan.

3. Apa manfaat materi kewartawanan dan wartawan dalam kehidupan sehari-hari 

Sangat bermanfaat, menurut saya Mempelajari jurnalistik juga akan meningkatkan kemampuan dalam menulis, sehingga bisa mengirimkan artikel ke surat kabar/media massa maupun media sosial, bisa mengasah kemapuan kita dalam wawancara, teknik menyampaikan berita dan lain-lain. membahas tentang pembuatan dan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini, pemikiran, ide) melalui media masa. Jadi setiap kita berbicara tentang kewartawanan dan wartawan maka pikiran kita tertuju pada berita atau news. 

4. Pentingkah materi kewartawanan dan wartawan bagi profesi anda nantinya (guru)?

Sangat penting menurut saya Tak hanya guru bahasa Indonesia di berbagai lembaga pendidikan formal, materi ini  juga memiliki peran penting dalam pengembangan bahasa Indonesia. Caranya, melalui mencari informasi berita, yang nantinya guru tidak akan ketinggalan zaman, semakin maju perkembangan zaman maka akan semakin maju dan berkembang bahasa, nah untuk itu menjadi guru bahasa indonesia, ialah terkutuk untuk menjadi guru yang menyenangkan, dengan mempelajari materi ini.
Bagaimana seseorang dapat mencari berita dengan baik, meliput berita yang didapat, dan menyampaikan kepada khalayak dengan baik dan benar. Ilmu jurnalistik tidah hanya harus dimiliki oleh seorang wartawan. Namun lebih dari itu, seorang guru dan pelajar pun membutuhkan ilmu tersebut. Bagi guru, ilmu jurnalistik dapat menjadikan guru lebih cerdas, baik dalam menyampaikan informasi kepada siswa. 

Dia dapat mengolah kata-kata yang baik dalam menyampaikan nasihat-nasihat kepada siswa. Dapat berkomunikasi dengan baik dengan siswa, serta menjadikan siswa lebih cepat memahami materi pelajaran karena cara penyampaiannya yang baik.

Sedangkan bagi siwa, mereka juga harus bisa menyampaikan kembali apa yang telah disampaikan guru dengan bahasa mereka sendiri, tentunya dengan baik dan benar. Mereka harus bisa berbicara di depan khalayak ramai dengan baik. Semua itu, pasti membutuhkan materi ini sebagai pengantar dalam keberhasilan penyampaian ide-ide tersebut.


KESEPIAN TANPA KEKASIH
CUKUP SEKIAN DAN TERIMAKASIH


Daftar pustaka
https://www.google.com/search?q=kewartawanan+dan+wartawan&oq=kewartawanan+dan+wartawan+&aqs=chrome..69i57j33i160l2.6101j0j9&client=ms-android-oppo&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8




Senin, 31 Oktober 2022

HURUF MIRING DAN TEBAL



HURUF MIRING DAN TEBAL
BY : IKKA PRADAWATI

WARTAWAN


Kembali lagi bersama blog saya, kali ini saya akan membahas huruf miring dan tebal, sebelumnya tentu saja sering kita lihat, ketika membuat suatu tulisan, terkadang menggunakan kata yang harus dicetak miring maupun tebal, dalam menulis. Kita bisa melakuan penekanan pesan melalui penggunaan huruf. Dalam bahasa Indonesia, diatur penggunaan atau fungsi huruf tebal, dan miring.

Pertama kita akan bahas yaitu huruf miring yang sering ada di dalam tulisan bahwa huruf yang letaknya miring. Kenapa demikian? tentunya ada fungsinya yaitu huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.

Contoh: majalah bahasa dan sastra, buku Negarakertagama karangan Prapanca, surat kabar Pikiran Rakyat.

Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.
Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing, kecuali yang telah disesuaikan ejaann.




HURUF TEBAL

Setelah itu, kita masuk ke pembahasan huruf tebal, Tentunya kita pasti berfikir huruf tebal ialah huruf yang di cetak tebal, sama seperti hal nya, ketika kita menulis suatu kata pastinya ada huruf yang di ceetak tebal di dalam suatu teks, biasanya yang kita ketahui secara umum itu adalah kata yang penting-penting. Setalah saya pahami dan melihat secara umum di KBBI bahwa Huruf tebal (bold) adalah huruf yang dicetak tebal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “tebal” bermakna berjarak lebih besar. Nah fungsi dari huruf tebal ialah Huruf tebal dipakai untuk menegaskan bagian tulisan yang sudah ditulis tebal. Huruf tebal dapat dipakai untuk menegaskan bagian-bagian karangan, seperti judul buku, bab, atau subbab, serta judul dan subjudul dalam tulisan (artikel).

1. Apa manfaat mempelajari huruf miring dan tebal ?
Sangat bermanfaat karena dengan kita mempelajari huruf yang miring dan tebal dapat melakukan penekanan pesan dalam penulisan huruf, dan bisa menulis huruf yang tebal sesuai dengan pesan dalam tulisan tersebut, dan juga menegaskan bagian kata-kata atau kelompok kata yang memiliki fungsi.

2. Apa motivasi kamu mempelajari huruf miring dan tebal ?
Sangat memotivasi saya untuk terus menulis dan berkarya, jadi dengan saya mengatahui materi ini dapat menulis dengan tepat penulisan huruf tebal dan miring 

3. Seberapa penting materi huruf miring dan tebal bagi kamu ?
Penting banget, karena sudah saya sampaikan manfaat materi ini, maka setelah kita pahami materi ini , maka ketika menulis ataupun membaca, kita dapat mengetahui pesan atau penegasan penulisan yang bercetak tebal dalam tulisam memiliki fungsinya. Dan ketika kita membuat makalah, proposal, ataupun jurnal dapat membantu kita penulisan huruf miring dan tebal sesuai dengan fungsinya, agar tidak bersalahan dalam penempatan tulisan.
 
4. Apa kerugian tidak tidak mempelajari huruf miring dan tebal ?
Sangat rugi, karena jika kita tidak mengetahuinya, maka kita akan kesulitan dalam menempatkan penekanan pesan melalui penggunaan huruf. Dalam bahasa Indonesia, diatur penggunaan atau fungsi huruf tebal, miring, yang nantinya akan bermanfaat untuk membuat ,puisi, karya ilmiah, menulis judul, dan sebagainya.



Daftar pustaka 

https://www.kompas.com/skola/read/2021/08/04/115851969/penggunaan-huruf-miring-dan-tebal

   
Email : ikka.pradawati520403@gmail.com 






 

Minggu, 30 Oktober 2022

 





HURUF KECIL
BY : IKKA PRADAWATI

Kembali lagi nih untuk membuat blog, untuk kali ini saya membahas huruf kecil. Dulu saya kira huruf kecil itu huruf yang ukurannya kecil, seiring bertambahnya zaman dan usia saya bahwa penulisan huruf kecil itu ada maknanya.
Huruf kecil adalah suatu huruf yang berukuran lebih kecil dalam sistem alfabet Latin, huruf-huruf tersebut adalah a hingga z. Hampir seluruh huruf dalam kata-kata pada suatu kalimat ditulis dalam huruf kecil, kecuali jika ada aturan dalam bahasa tersebut yang mengharuskan atau menganjurkan penggunaan huruf kapital pada tempat-tempat tertentu pada kata-kata di dalam kalimat.
Jadi kita dapat menulis huruf kecil apabila tidak bermakna, menulis suatu teks ada seni dan triknya. Tak sembarangan kita boleh melakukannya. Tak semua huruf di tulis kapital semua dan juga huruf kecil semua. Kenapa demikian? Pertama, untuk taat “aturan” yang benar sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia atau PUEBI.
1. APA MANFAAT MEMPELAJARI HURUF KECIL ?
sangat bermanfaat mempelajari huruf kecil karena dengan mempelajarinya kita dapat mengetahui tata letak tempat penulisan yang benar dan tepat sesuai makna kata tersebut.
2. APA MOTIVASI KAMU MEMPELAJARI HURUF KECIL ?
sama dengan hal nya kita mengetahui manfaat yang di dapat saat mempelajari materi ini, tentunya itu membuat motivasi kita untuk lebih menambah wawasan kita dalam tempat tata letak penulisan yang benar sesuai dengan maknanya. 
3. SEBERAPA PENTING MEMPELAJARI HURUF KAPITAL MENURUT KAMU ?
sangat penting mempelajari materi ini, karena nantinya bermanfaat saat penulisan penempatan tata letak huruf kecil saat membuat makalah, proposal, jurnal dan lain sebagainya.
4. APA KERUGUIAN TIDAK MEMPELAJARI HURUF KECIL ? 
rugi banget sih kalau engga di pelajari , karena nantinya kita tidak akan tahu penulisan huruf kecil sesuai dengan tata letak dan maknanya pada tulisan. 


DAFTAR PUSTAKA
d.wikipedia.org/wiki/Huruf_kapital_dan_huruf_kecil#:~:text=Huruf%20kecil%20adalah%20suatu%20huruf%20yang%20berukuran%20lebih%20kecil.

Email : ikka.pradawati520403@gmail.com