Selasa, 01 November 2022

KEWARTAWANAN DAN WARTAWAN

 




KEWARTAWANAN DAN WARTAWAN

BY : IKKA PRADAWATI


Kewartawanan

Seringkali dalam satu peristiwa ada banyak media atau wartawan yang meliput. Agar berita yang diterbitkan tidak terkesan sama dengan media lain, seorang jurnalis perlu berpikir kreatif. Mencari sudut pandang (angle) tertentu yang unik. Berpikir kritis-sintetis. Seorang jurnalis yang baik tidak mudah percaya begitu saja ucapan narasumber. Ia perlu melakukan validasi informasi, baik dengan melakukan cross-check pada narasumber lain, observasi, maupun dengan melakukan studi literatur, melatih keingintahuan dan empati. Tanpa keingintahuan, seseorang akan sulit menemukan potensi-potensi berita. Dan tanpa empati, berita yang ia tulis akan cenderung kurang “hidup”. Jurnalis yang baik memiliki keingintahuan tinggi pada setiap hal, dengan mencari tahu maka ia menemukan informasi-informasi baru yang bagus untuk diberitakan. Jurnalis yang empati, akan menemukan aspek-aspek kemanusiaan yang juga kuat untuk menciptakan berita yang menggugah.

 melatih kepercayaan diri. Seorang kewartawaan dan wartawan bukanlah mata-mata atau “kuping-kuping” yang mencuri informasi dari jauh. Ia harus mendekat kepada sumber berita, mengamati dan bertanya. Untuk itu akan terasah kepercayaan diri dalam relasi sosialnya, membentuk hubungan baik. Tidak mungkin seorang kewartawanan dan wartawan  bisa memberitakan banyak peristiwa jika ia tidak punya banyak relasi. Ia bertemu dengan orang-orang baru, punya kenalan baru sebagai sumber berita sekaligus menjaga hubungan baik dengan sumber berita lain yang sudah ia kenal sebelumnya.


Kewartawanan atau jurnalisme adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa. Pengertian jurnalisme dalam konsep media, berasal dari perkataan journal, artinya catatan harian mengenai kejadian sehari-hari, atau bisa juga berarti surat kabar.

Profesi wartawan adalah seseorang yang bertugas mencari informasi, mengumpulkan, memilih, mengolah dan menyajikan sebuah berita dalam bentuk naskah dan di sebarkan ke masyarakat luas baik melalui media cetak ataupun elektronik.



Wartawan

Profesi yang termasuk kedalam kewartawanan ada reporter, editor, juru kamera, juru foto berita, redaktur, editor audio visual. Ada dua macam jenis wartawan yaitu

  • Wartawan freelance: adalah orang yang terikat oleh lembaga media massa, akan tetapi karyanya dimuat di media massa wartawan ini bersifat independen.
  • Wartawan Newsgetter: adalah orang yang bekerja atau terikat pada salah satu media massa dan terikat pada aturan main media tempat ia bekerja.

Karakteristik wartawan harus memahami tugasnya dengan baik untuk memaksimalkan isi berita sesuai fakta yang ada. Bertanggung jawab penuh dengan berita yang di sampaikan, taat pada etika hukum kepekaan jurnalistik, kode etik jurnalistik, menguasai ilmu dan teknik jurnalistik , menguasai bidang liputan.

Wartawan dalam mencari berita memiliki 4 tahap dalam pencariannya :

  • Mengumpulkan fakta dan data baik yang dilihat maupun yang di dengar.
  • Menganalisis pada fakta dan data melakukan check and recek agar berita itu akurat
  • Konfirmasi pada pihak competen terhadap fakta baik saksi mata, apparat, pemerintahan dll agar beerita atau informasi yang di sampaikan dapat di pertanggung jawabkan.
  • Berita yang telah didapat dan di tulis dalam bentuk naskah sebagai laporan untuk di sebarluaskan ke masyarakat luas.
  • Standar kompetensi seorang wartawan :
  • Memiliki kesadaran tentang etika , hukum kepekaan jurnalistik
  • Pengetahuan mencangkup teori dan prinsip jurnalistik, pengetahuan khusus atau umum
  • Keterampilan mencangkup dalam mencari, mengolah dan menyampaikan informasi melakukan investigasi, serta menggunakan alat dan teknologi informasi.
Nah, jadi dapat kita bahwa simpulkan kewartawanan dan wartawan adalah orang yang melakukan pekerjaan kewartawanan dan atau tugas-tugas jurnalistik secara rutin, atau dalam definisi lain, wartawan dapat dikatakan sebagai orang yang pekerjaannya mencari dan menyusun berita untuk di , baik media cetak, media elektronik.

1. Apa manfaat mempelajari materi kewartawanan dan wartawan
 
Sangat bermanfaat menurut saya karena dengan mempelajaro materi ini saya dapat memahami dunia kewartawanan dan wartawan dan mengetahui tugas tugas kewartawanan dan wartawan, yang di mana ada perbedaan dari kewartawanan dan wartawan 

2. Apa motivasi kamu mempelajari materi kewartawanan dan wartawan 

Sangat bermotivasi, karena bisa menambah pengetahuan dan wawasan, membekali saya untuk mengenal karakteristik dari kewartawanan dan wartawan.

3. Apa manfaat materi kewartawanan dan wartawan dalam kehidupan sehari-hari 

Sangat bermanfaat, menurut saya Mempelajari jurnalistik juga akan meningkatkan kemampuan dalam menulis, sehingga bisa mengirimkan artikel ke surat kabar/media massa maupun media sosial, bisa mengasah kemapuan kita dalam wawancara, teknik menyampaikan berita dan lain-lain. membahas tentang pembuatan dan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini, pemikiran, ide) melalui media masa. Jadi setiap kita berbicara tentang kewartawanan dan wartawan maka pikiran kita tertuju pada berita atau news. 

4. Pentingkah materi kewartawanan dan wartawan bagi profesi anda nantinya (guru)?

Sangat penting menurut saya Tak hanya guru bahasa Indonesia di berbagai lembaga pendidikan formal, materi ini  juga memiliki peran penting dalam pengembangan bahasa Indonesia. Caranya, melalui mencari informasi berita, yang nantinya guru tidak akan ketinggalan zaman, semakin maju perkembangan zaman maka akan semakin maju dan berkembang bahasa, nah untuk itu menjadi guru bahasa indonesia, ialah terkutuk untuk menjadi guru yang menyenangkan, dengan mempelajari materi ini.
Bagaimana seseorang dapat mencari berita dengan baik, meliput berita yang didapat, dan menyampaikan kepada khalayak dengan baik dan benar. Ilmu jurnalistik tidah hanya harus dimiliki oleh seorang wartawan. Namun lebih dari itu, seorang guru dan pelajar pun membutuhkan ilmu tersebut. Bagi guru, ilmu jurnalistik dapat menjadikan guru lebih cerdas, baik dalam menyampaikan informasi kepada siswa. 

Dia dapat mengolah kata-kata yang baik dalam menyampaikan nasihat-nasihat kepada siswa. Dapat berkomunikasi dengan baik dengan siswa, serta menjadikan siswa lebih cepat memahami materi pelajaran karena cara penyampaiannya yang baik.

Sedangkan bagi siwa, mereka juga harus bisa menyampaikan kembali apa yang telah disampaikan guru dengan bahasa mereka sendiri, tentunya dengan baik dan benar. Mereka harus bisa berbicara di depan khalayak ramai dengan baik. Semua itu, pasti membutuhkan materi ini sebagai pengantar dalam keberhasilan penyampaian ide-ide tersebut.


KESEPIAN TANPA KEKASIH
CUKUP SEKIAN DAN TERIMAKASIH


Daftar pustaka
https://www.google.com/search?q=kewartawanan+dan+wartawan&oq=kewartawanan+dan+wartawan+&aqs=chrome..69i57j33i160l2.6101j0j9&client=ms-android-oppo&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8




17 komentar: